Mengenai Saya

Foto saya
Amlapura, Bali, Indonesia
Lirik dan Chord Lagu akan selalu menyjikan lirik dan kunci lagu terlengkap mulai dari lagu Indonesia, Lagu Barat, Lagu Religi, Lagu Dangdut, Reggae dll.
Tampilkan postingan dengan label band indie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band indie. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

Sejarah Musik Indie


Indie memiliki sejarah pergerakannya di dunia musik.Aliran musik ini dimulai sejak tahun 70-an, untuk itu mari kita simak kronologis dari pergerakan aliran musik ini sejak pertama dikenalkan, hingga berkembang pesat di dunia musik dunia.


Industri musik indie muncul di Amerika, sejak tahun 1920an. Di masa itu ada beberapa label-label rekaman kecil, mencoba menandingi label-label besar. Sejarah musik selalu diwarnai oleh terobosan-terobosan baru, pada setiap jamannya. Terobosan-terobosan ini senantiasa berporos pada prinsip menghadirkan tawaran alternative/tandingan (musik dan budaya baru), terhadap budaya mainstream di setiap masanya.

Awal tahun 60an, Elvis Preasley berhasil menggemparkan dunia musik. Elvis sukses merubah paradigma bermusik di Amerika dengan musik rock ‘ rollnya (adaptasi musik blues dan jazz kulit hitam). Pada jaman itu juga, lorong-lorong bawah tanah stasiun kereta (subway) disulap menjadi panggung-panggung pertunjukan oleh para seniman-seniman di Paris, Perancis. (Ady Gembel, Underground Kita Berbeda, Apokalip Web Zine). Para seniman itu mencoba mendekatkan diri langsung dengan massa, menentang pola berkesenian elitis ala seniman mainstream. Bahkan puisi, teater, musik dan produk kesenian lainnya pada massa itu, sarat dengan nuansa kritis. Karena tempat pertunjukannya yang berada di bawah tanah, lahirlah istilah underground.

Perubahan di atas, harus dilihat selaras dengan fenomena sosial yang sedang terjadi. Tahun 50 sampai 60an, adalah masa pemulihan paska perang dunia II dan masa awal perang dingin. Krisis ekonomi menghinggapi hampir semua negara di dunia. Pengiritan sektor industri, menjadikan kelas-kelas pekerja makin jauh dari taraf kesejahteraan. Mendapatkan hiburan seperti opera dan pertunjukan musik klasik, adalah sebuah hal yang mustahil bagi kelas pekerja. Mau tak mau, mereka harus menciptakan alternatif-alternatif hiburannya sendiri. Fenomena underground di Paris, musik alternatif di Amerika (blues, jazz dan rock ‘n roll) serta skin head di Inggris, harus dilihat sebagai bentuk-bentuk alternatif dalam bermusik di jaman itu.

Massa Flower Generation

Selanjutnya dunia masuk dalam masa perang dingin. Pertarungan dua ideologi yang bertolak belakang, menyeret masyarakat dunia dalam perang dingin penuh intrik, persaingan dan konflik. Kejenuhan akan korelasi antara perang dingin dan kehidupan keseharian, melahirkan semangat Do It Yourself (DIY). Semangat DIY menjadi semboyan utama Flower Generation, sebutan buat generasi di pertengahan 60an sampai 70an.

Semangat DIY ini juga diadaptasi dalam dunia musik. Semangat untuk membuat gaya sendiri, label sendiri dan musik sendiri, benar-benar tumbuh di jaman itu. Wajar jika banyak musik-musik alternatif yang ada hari ini, lahir dan berkembang pada era 70an. Sebut saja beberapa genre besar seperti Punk, Rock ‘n Roll, rock, metal, ska, reggae dll.

Sex Pistols adalah salah satu band yang pantas disebut mewakili masa flower generation. Band Punk ini melahirkan lirik-lirik anti kemapanan, juga aksesori nyelenehnya yang kental nuansa kritik sosialnya. Seperti, penggunaan sepatu boot yang merupakan bentuk protes terhadap kekerasan militer dan perang. Lain lagi style rambut mowhawk, yang diadaptasi dari suku-suku Indian. Hal ini, guna menunjukan keberpihakan kepada kaum marjinal (Indian tersingkir, karena kedatangan imigran Eropa di Amerika). Begitu juga dengan aksesori rantai lengkap dengan gembok, yang dipopulerkan Sid Vicious (basis Sex Pistols). Sid mengkritik Kerajaan Inggris dan budaya feodalnya, yang dinilai mengekang kebebasan individu. Puncaknya adalah cover album Sex Pistols yang sangat legendaris, menampilkan sosok Ratu Elizabeth dengan tindikan peniti di hidungnya.

Bukan hanya itu, Woodstock (pagelaran musik) di Amerika pada tahun 1969 mengambil tema ‘make peace not war’. Tema ini adalah bentuk protes terhadap perang Vietnam. Atau lirik fenomenal dari Bob Marley, yang berseru ‘Emancipate your self, from mental slavery’. Inilah deretan bentuk perlawanan flower generation. Bukan hanya sekedar menyuguhkan musik alternatif, tapi juga sarat akan muatan sosial. Selain itu masih banyak band lain, yang kelak menjadi influence band-band di masa setelahnya. Sebut saja Rolling Stones, The Clash, The Ramones, Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabath dll.

jadi seperti itulah kronologis, sejarah pergerakan musik indie di dunia musik.Lalu bagaimana dengan Sejarah musik indie di Indonesia?

Minggu, 27 September 2009

INDIE



apa itu INDIE????

Apa aja sih yang termasuk kedalam kategori musik Indie? Kayaknya banyak banget nih yang termasuk dalam kategori ini.

Ternyata benar, cabang dari musik indie tuh ternyata banyak banget. Ada beberapa kategori musik yang sering dikaitkan dengan musik indie. Mulai dari rock alternative rock, punk rock sampai ke musik bergaya eksperimental semua bisa eksis di dunia musik indie.

Namun aliran indie yang paling nge-top belakangan adalah Indie rock dan indie pop. Walau kalau didengar dengan kuping telanjang, agak susah untuk membedakan suara indie yang dihasilkan oleh aliran Indie rock dengan aliran Indie pop karena sebenarnya keduanya sama-sama menggunakan unsur-unsur distorsi gitar yang kuar dan juga basis lagu pop.

Selain dua aliran (rock dan pop) yang merajai kancah indie ada juga aliran indie dance yang berasal dari penggabungan antara indie pop dan electronic/dance music. Proses penyebrangan antara musik-musik golongan electronica ini menyebabkan jenis-jenis musik baru yang berbeda-beda penyebutannya seperti indietronic, electronic indie ataupun indie electronic. Untuk musisinya, simak aja The Postal Service.

Kalau Indie pop punya crossover ke electronic music, Indie rock punya apa yang disebut dengan post-rock sebuah aliran yang diadaptasi oleh band-band macam Sky, Mogwai, Godspeed You! Black Emperor, atau Sigur Rós. Mereka yang mengadopsi aliran ini memiliki ciri yang unik, yaitu lirik yang sedikit. Namun sedikitnya lirik ini nggak membuat lagunya lantas menjadi pendek. karena pada kenyataannya lagu-lagu yang dibuat oleh band-band aliran post rock ini ternyata cukup panjang (bahkan ada yang sampai 20 menit!!!).

Kebanyakan penggemar musik ini hanya suka instrumen, warna musik, atau alat-alat khas yg dimilliki, namun banyak juga dari mereka yg tidak mengetahui Sejarah Musik Indie ini serta pergerakannya di dunia musik.